Perkembangan ilmu kimia dan pendidikan kimia pada era global saat ini menuntut penguatan inovasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan pengembangan berkelanjutan. Kekayaan sumber daya alam, budaya, kearifan lokal, serta karakteristik daerah di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah dinamika perkembangan sains dan teknologi.
Integrasi potensi lokal dalam pengembangan ilmu kimia dan pendidikan kimia menjadi langkah penting untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, pembangunan berkelanjutan, serta kemandirian bangsa berbasis kekayaan lokal. Pemanfaatan bahan alam, teknologi ramah lingkungan, inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal, serta pengembangan riset terapan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, industri, dan lingkungan.
Sebagai upaya mendukung pengembangan tersebut, Rumpun Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia (SNKPK) XXVI tahun 2026 dengan tema “Pengembangan Ilmu Kimia dan Pendidikan Kimia Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Asta Cita”. Seminar ini menjadi wadah ilmiah bagi dosen, guru, mahasiswa, peneliti, praktisi industri, serta pemangku kebijakan untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, dan membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan ilmu kimia dan pendidikan kimia yang inovatif, berdaya saing, serta berorientasi pada kemajuan bangsa.